Kamis, 25 Oktober 2012

Hajarul Aswad, bukti kebenaran Islam

Hajarul Aswad....

Batu hitam yang materialnya pembentuk tidak ada yang sama dengan semua benda yang terdapat di Bumi bahkan di jika pun dicari di dalam Tata Surya kita....

Oleh karena para pakar arkelolog menyatakan bahwa Hajar Aswad adalah batu "Tertua" yang ada di bumi ini....

Menurut banyak riwayat, antara lain daripada Abdullah bin Umar bin Khattab, Hajar Aswad berasal dari syurga. Riwayat oleh Sa’id bin Jubair r.a daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka’b r.a, menerangkan bahawa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia. Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad ialah batu yang berasal dari syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari syurga ke dunia ini. Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu al-Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan informasi yang jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di tempatnya di Kaabah; apakah malaikat ataukah Nabi Adam a.s.

Kalau begitu apalagi alasan kita ragu dengan Islam....???

Tapi mengapa harus menciumnya...?
Alkisah, dalam pembangunan Kabah, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS banyak mengalami kekurangan. Pada waktu itu, bahkan Kabah tidak memiliki pintu masuk. Dalam pembangunannya Ibrahim AS dan Ismail AS mengangkut batu dari berbagai gunung. Saat pembangunan Kabah hamper selesai, ternyata mereka kekurangan batu untuk diletakkan di Kabah. Dia pun berkata kepada Ismail AS, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia”.

Kemudian Nabi Ismail AS (alaihi salam) pun pergi dari satu bukit kebukit yang lain untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril AS. memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali.

Kemudian Nabi Ibrahim as. bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?” Nabi Ismail as. menjawab, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).” Nabi Ibrahim AS. mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail AS.

Pada suatu riwayat yang lain, Umar bin Al-Khattab pernah berkata, "Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalalulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya".

Wallahu a'lamu maa laa ta'lamuun.....!!

Tidak ada komentar: