Hajarul Aswad....
Batu hitam yang materialnya pembentuk tidak ada yang sama dengan semua benda yang terdapat di Bumi bahkan di jika pun dicari di dalam Tata Surya kita....
Oleh karena para pakar arkelolog menyatakan bahwa Hajar Aswad adalah batu "Tertua" yang ada di bumi ini....
Menurut
banyak riwayat, antara lain daripada Abdullah bin Umar bin Khattab,
Hajar Aswad berasal dari syurga. Riwayat oleh Sa’id bin Jubair r.a
daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka’b r.a, menerangkan bahawa Hajar
Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia. Abdullah bin
Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad ialah batu yang berasal dari
syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari syurga ke
dunia ini. Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu al-Walid
Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli
sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan informasi yang
jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di
tempatnya di Kaabah; apakah malaikat ataukah Nabi Adam a.s.
Kalau begitu apalagi alasan kita ragu dengan Islam....???
Tapi mengapa harus menciumnya...?
Alkisah, dalam pembangunan Kabah, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
banyak mengalami kekurangan. Pada waktu itu, bahkan Kabah tidak memiliki
pintu masuk. Dalam pembangunannya Ibrahim AS dan Ismail AS mengangkut
batu dari berbagai gunung. Saat pembangunan Kabah hamper selesai,
ternyata mereka kekurangan batu untuk diletakkan di Kabah. Dia pun
berkata kepada Ismail AS, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan
aku letakkan sebagai penanda bagi manusia”.
Kemudian Nabi Ismail
AS (alaihi salam) pun pergi dari satu bukit kebukit yang lain untuk
mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail sedang mencari
batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril AS. memberikan
sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu
kepada Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as. merasa gembira melihat batu
yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali.
Kemudian
Nabi Ibrahim as. bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?” Nabi Ismail
as. menjawab, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan
cucumu (Jibril).” Nabi Ibrahim AS. mencium lagi batu itu dan diikuti
oleh Nabi Ismail AS.
Pada suatu riwayat yang lain, Umar bin Al-Khattab pernah berkata, "Demi Allah, aku benar-benar mengetahui
bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun
manfaat. Kalalulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun
tidak akan melakukannya".
Wallahu a'lamu maa laa ta'lamuun.....!!
